Budaya Mentang-Mentang


Budaya Mentang-Mentang

By: Haeril Halim English Dept 05

Para pembaca yang budiman sebelum saya memulai topik tentang ini budaya mentang-mentang ini dengan sangat jujur akan saya katakan bahwa tulisan ini terinspirasi dari kapsul-kapsul Prie-GS yang saya dengarkan di radio Smart FM. Jadi kata-kata “budaya mentang-mentang ini” adalah asli milik si empunya mas prie gs. Kan tidak ada salahnya saya mencoba untuk membahasnya (tentunya dalam gaya bahasaku sendiri) juga kepada para pembaca yang belum sempat mendengarkan kapsul-kapsul beliau. Ijinkan aku ya?

Baiklah kita mulai saja.

Ada sesuatu yang unik dinegara kita ini, dimana banyak orang yang menganut budaya mentang-mentang dan anehya tanpa pernah sadar bahwa mereka menganut budaya mentang mentang ini. Banyak fenomena-fenomena disekitar kita yang bisa menjelaskan tentang hal ini baiklah kita lihat satu persatu apa-apa saja sih budaya mentang mentang ini disekeliling kita.

Mentang-mentang orang tua, seenaknya bentak-bentak anaknya, mentang-mentang anak seenaknya membangkang perintah orang tua.

Mentang-mentang tukang becak, seenaknya nrobos sana sisi tanpa memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Mentang-mentang penumpang kok seenaknya mau diantar oleh si tukang becak dengancara instan melalui jalur-jalur yang dilarang yang dapat mengaggu jalur lalu lintas.

Mentang-mentang tenaga pengajar bisanya cuma memanfaatkan kesempatan dan kesempitan terhadap anak muridnya yang cewek (kalo brani yang cowok dong, jangan cuma kepada wanita. Loh itukan namanya jeruk makan jeruk…he..he..)…mentang-mentang siswa takut untuk melaporkan shoft sexual harassment gurunya kepada pihak yang berwenang”. Mentang-mentang pihak yang berwenang eh malah takut akan kehilangan sosok figur guru pintar dan suka sangat suka melakukan soft harassment kepada mahasiswanya.

Mentang-mentang pejabat, eh malah memanfaatkan kursinya untuk memindahkan uang dari “saku” kantor ke saku pribadinya. Mentang-mentang rakyat kecil eh maunya menerima amplop untuk memilih pemimpin yang akan tidak memperhatikannya setelah terpilh nanti.

Itulah contoh beberapa kasus budaya mentang-mentang di negara kita yang meliputi bidang pemerinthan, pendidikan dan juga kehidupan masyarakat (ekonomi).

Marilah kita semua sadar akan budaya mentang-mentang ini. Sebenarnya saya juga memanfaatkan budaya mentang-mentang ini yaitu: mentang-mentang ada kesempatan nulis eh malah nyinggung orang (ets, yang pastinya orang yang tersinggung karena tulisan saya ini berarti dia masih sedang dimabuk cinta oleh budaya mentang-mentang ini. Memang budaya mentang-mentang ini menghasilkan sesuatu kepuasan bagi orang yang mentang-mentang tapi merugikan orang lain yang dimentang-mentangi, contohnya siswa cewek yang kerap terusik oleh budaya mentang-mentang gurunya yang suka dengan itu dech!!!

Ayo kita berantas budaya mentang-mentang di Negara kita khususnya dalam realitas pendidikan kita biar tidak ada lagi siswa baik itu cowok, cewek maupun lain dari keduanya itu yang mendapat perlakuan mentang-mentang dari gurunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s