BETULKAH KEPERGIAN ORANG YANG KITA PALING SAYANGI MEMBUAT KITA TERPISAH TOTAL DENGANNYA????


BETULKAH KEPERGIAN ORANG YANG KITA PALING SAYANGI MEMBUAT KITA TERPISAH TOTAL DENGANNYA????

By Haeril Halim English Dept 05 UH

Ketika kematian datang, tak seorang pun mampu untuk mengatakan “eits tunggu dulu ces karena masih ada urusanku yang belum selesai atau tunggu bentar ya saya mau didik anak ku dulu biar kalau saya pergi nanti dia sudah bisa mandiri karena dengan begitu saya bisa tenang di alam ku nanti”. Tentu dengan sangat tegas malaikat akan mengatakan “sorry layau nama kamu sudah masuk daftar online untuk dijemput hari ini jadi siap tidak saip kayaknya kamu harus ikut dech”….ya begitulah may be percakapan antara manusia “patoa-toai” dengan malaikat gaul yang merakyat….he..he…he..saya tidak mengajak pembaca yang budiman untuk hanyut dalam lelucon dengan bahasa yang memang agak susah untuk diterima tersebut karena kayaknya konteksnya yang salah. Ok??? Yang ingin saya tekankan disini yaitu tentang kepergian seseorang ke alam penantiannya yang kekal tidak mewajibkan seseorang harus membereskan semua urusannya di dunia ini karena waktu yang diberikan kepadanya semasa hidupnya adalah setiap detiknya sangat berharga untuk berbuat kebajikan yang dapat menjadi investasi di akhirat kelak.

Ok baiklah kita serius ya…gini biasanya tuh setiap ada kerabat, family, anak, cucu, kakek, nenek, saudara, ayah bahkan ibu yang meninggal tentunya akan menyisahkan sedih yang amat mendalam karena kecintaan kita terhadap mereka? Mengapa kita cinta mereka? Tentunya jawabannya akan bermaca-macam tapi tentunya smuanya akan bermuara kepada karena kita sangat sayang mereka soalnya mereka begitu berharga buat kita dan telah mengajarkan banyak hal kepada kita. Saya sangat merasakan hal tersebut ketika kakek saya yang sangat saya cintai pergi untuk selama-lamanya pada 30 september 2003 (SEMOGA BELIAU MENDAPATKAN TEMPAT DI SISI ALLAH SWT…AMIN). Sebelum kakek saya “pergi” saya adalah orang yang tidak pernah menangis karena suatu hal, kecuali dimarahin kakak, dipukul orang dan tidak dibelikan mainan yang saya mau…he..he..he..just kidding. Iya pada saat beliau “pergi” air mata ini dengan sangat deras mengalir karena sedih yang tak terbendung begitu pun smua keluarga saya ikut larut dalam mendungnya suasana hatiku karena kepergian tersebut. Saya tidak berani untuk membujuk setiap orang yang nangis untuk berhenti nangis karena selain saya juga ikut nangis bahwa ternyata tidak bijak untuk melarang seseorang untuk nangis ketika tiba waktunya mereka untuk nangis. Dan juga konon kalau kita menangisi orang yang meninggal maka orang yang “pergi” tersebut akan ikut sedih dengan cara menangis juga dan bahkan bisa disiksa jika kita menangis dengan “skala besar” yaitu menggerutu. Apakah nangisku pada waktu itu kubawa berlarut-larut? Tentu tidak karena telah saya sebutkan tadi diatas bahwa semua itu ada waktunya baik sedih marah maupun tertawa.

Orang-orang “meninggal” tidak akan pernah akan mengakui bahwa dirinya “mati atau meninggal”, karena kematian itu bukan maunya mereka, tetapi sesuatu yang memisahkannya dengan apa yang dia inginkan selama hidupnya. Contohnya: kekekku memang telah meninggal tapi saya yakin dia sangat melarang saya untuk menangis ketika mengingatnya, karena dengan menangis ketika mengingatnya maka secara tidak langsung saya telah mengklaim bahwa beliau telah “completely” terpisah dengan saya. Hasil sintesa yang kudapatkan bahwa dari pada sedih memikirkan bahwa beliau telah meninggal apalagi sampai meneteskan air mata karena sedih, lebih-lebih bila lagi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kesedihan tersebut maka hal itu akan membuat beliau disana menjadi sedih karena secara tidak langsung dirinya dianggap telah terpisah dengan kita, menurut saya beliau itu selalu mau dianggap “hidup” walaupun secara jasadi dia telah meninggal, tapi spirit serta nilai-nilar luhur yang beliau tanamkan semasa hidupnya dapat kita bangkitkan kembali, dengan bigitu beliau akan menjadi senang karena kita menggapnya tetap “hidup”. Apa bukti bahwa seseorang yang kita cintai yang telah meninggal itu masih bisa dikategorikan masih “hidup???, kita bisa nampakkan kembali spiritnya yang pantang menyerah jika memang semasa hidupnya orang yang meninggal tersebut adalah orang yang tegar dalam berusaha dan berusaha untuk lebih sopan jika semasa hidupnya dia selalu menganjurkan kita untuk selalu menghargai orang lain. Jadi menangisi orang yang telah meninggal adalah cara kuno yang hanya bisa membuat kita sedih tak berujung dan tak bisa mengambil keputusan terhadap apa yang sedang kita hadapi sekarang. Dengan kata lain “jangan pernah menganggap orang tua kita yang telah meninggal benar-benar berpisah dengan kita, Karena sesungguhnya kita tidak berpisah dengan mereka karena “WE ARE WHAT THEY WERE, WE WILL BE WHAT THEY ARE” yaitu bahwa mereka itu selalu hadir dalam setiap dimensi waktu, baik itu PAST, PRESENT DAN FUTURE. Kehadiran seseorang yang telah meninggal bisa kita rasakan dari nilai-nilai yang ia tanamkan kepada kita semasa hidupnya dan lain-lain. Dengan kata lain kita bisa “menghidupkan” dia dengan cara mengaplikasikan apa yang dia telah ajarkan semasa hidupnya kepada kita, sesungguh sebuah sikap sopan santun (yang diajarkan kepada oleh orang tua kita semasa hidupnya) yang dalam pengaplikasiannya adalah bentuk dari kehadiran orang tua kita setelah dia “pergi” meninggalkan kita. Ayo masih mau mengenang orang yang kita cintai dengan cara yang lama (kuno) atau dengan cara apa yang telah saya sebutkan diatas??? Silahkan tentukan sendiri karena itu bukan hak saya untuk memaksa setiap orang untuk berubah tapi ALHAMDULILLAH jika ada yang mau berubah setelah membaca artikel awam…ok Thanks….

5 thoughts on “BETULKAH KEPERGIAN ORANG YANG KITA PALING SAYANGI MEMBUAT KITA TERPISAH TOTAL DENGANNYA????

  1. ya…. saya juga sependapat dengan uraian yg telah ditulis oleh k’haeril….

    subahanallah….. secara g langsng kk tlah mmbantu org2 yg tlh mmbaca blog ini….

    trimakasih k’haeril krn tlh mmbukakan sesuatu yg sy sadari tp tak prnh sy lakukan……:)

  2. iye sama2…..^_^

    klo bisa buat tulisan2 yg lbih bnyk lg kk……🙂

    aku ska cara.y kk mmndang khidupan ini…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s