Negeriku Teratur Juga


Judul diatas bagi banyak kalangan adalah sebuah metapora tak terkecuali diri saya sendiri. Bagaimana tidak begitu banyak hal fundamental di negeri ini yg tidak sesuai apa yg seharusnya. Kebersihan yang katanya sebagian dari iman tapi toh sampah masih bertebaran di sana sini, tak terkecuali di kamarku hahahhahaha. Tentang kedisiplinan, coba anda hitung berapa banyak orang yg mau ihklas untuk mengantri pada saat pembagian zakat, raskin dan tak terkecuali di bandara pada saat masuk ke dalam pintu keberangkatan. Bahkan dalam konteks disiplinpun terjadi sebuah metaporisasi “disiplin itu indah”. Hmmmmm itu hanya beberapa contoh dari beberapa hal fundamental yg menggelitik jika kita mencermati apa yg seharusnya terjadi dan apa yg kita lakukan. Dalam hal ini belum ada sinkronisasi antara dasseign (apa yg seharusnya) dan dassolen (apa yg terjadi).

Sebuah kejadian yg menginspirasi hal ini adalah ketika saya hendak berangkat Jakarta di mana sedikit timbul rasa kesal dalam proses perjalanan saya. Mulai dari perjalan ke bandara yg di mana sampah merupakan sesuatu yg tidak sulit untuk kita lihat. Antrian yg awalnya hanya terdiri dari dua baris tiba-tiba menjadi lima baris tunggal…hahahhaha… sungguh menyakitkan+menjengkelkan kenyataannya tapi toh harus saya syukuri juga karena dari proses tak disiplin itu jg sy akhirnya bs masuk bandara walapun bersyaratkan rasa kesal pada awalnya. Ketidakdisiplinan itu mengingatkanku dengan tata kelola bangunan di kompleks rumahku yg dimana untuk mempermudah akses dari lorong satu ke lorong yang lain tentunya dibutuhkan sepetak tanah untuk dijadikan lorong tapi akibat tak teraturnya tata rumah kompleksku, maka didekat rumahku tak tersedia space untuk akses ke lorong sebelah. Ah malas ngomong tentang ketidakteraturan kompleksku ini. Well, pada saat berada di dalam pesawat, terlepas dari kekesalan mengenai sampah, antrian yg ngawur, dan kondisi lorong rumah saya, saya mendapati sebuah hiburan. Bagaimana tidak ternyata negeriku ini jika dipantau dari udara ternyata rapi dan teratur juga, sungguh sebuah fenomena metaporis karena dari ketinggian negeri kita ini nampak rapi tapi begitu menyaksikannya di darat ternyata tidak seperti yang kita inginkan…

Sungguh ironis memang apa yg sangat fundamental di negeri ini hanya dimetaporiskan, tidak direalisasikan. Disiplin dan kebersihan hanya berada dalam angan-angan kita. Dalam konteks kenegaraan, presiden telah menginstruksikan beberapa institusi penegak hukum tuk mendisiplinkan anggotanya atau dengan kata lain reformasi disiplin adalah sebuah janji presiden. Semoga janji tersebut segera direalisasikan secara menyeluruh hingga tuntas agar tidak hanya sekedar janji-janji metaporis. Ayo realisasikan hal metaporis di negeri ini dan buktikan apa yg terjadi…wassalam..

Salam Hangat,

Haeril Halim
Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s