SUMMARI TAFSIR AL MISBAH SURAH AL A’ANM AYAT 19-24 EPISODE 4 RAMADHAN


Sebagaimana ayat 12-18 pada episode kemarin, episode kali ini membahas inti sari ayat 19-24 yang membicarakan tentang dasar dalam berbicara.

1. Alqur’an mengajarkan kita dua hal dasar dalam berbicara. Yang pertama yaitu akal dan yang kedua adalah wahyu. yang pertama adalah ciri khas ilmu pengetahuan dari barat yang menekannkan pentingnya rasio atau akal. Islam tidak menegasikan pentingnya akal cuma akal bukan satu-satunya entitas dalam ilmu pengetahuan. Adalah wahyu yang menjadi pelengkap akal. Akal bisa menjelaskan bagaiman fenomena siang dan malam itu berlangsung dengan sangat teratur dan wahyulah yang memberikan kita keyakinan tentang entitas tunggal yang mengatur keseimbangan alam, yaitu Tuhan semesta Alam. Jauh sebelum iptek berkembangan fenomena alam sudah dibicarakan di dalam al kitab atay wahyu Tuha, jadi bagimana kita bisa menegasikan keberadaan wahyu yang selama ini sangat ditentang oleh pemikir barat???

2. Berdasarkan poin 1 diatas sekali lagi Islam menekankan atau menganjurkan pentingnya menggunakan HATI dan AKAL. Ilmu bertitik tolak pada akan dan Iman lahir daru keyakinan kita tentang wahyu. Kedua aspek ini yang menjadi kunci sukses seorang muslim dunia akhirat.

3. Bukti keEsaan Allah SWT adalah keteraturan alam raya. Sebagimana umum diketahui bahwa tidak ada satupun entitas didunia ini yang memiliki kesamaan 100%, logika ini dapat kita aplikasikan kedalam keyakinan kita terhadap pencipta dan pemelihara alam semesta ini adalah tunggal karena jika yang menciptakan alam semesta berserta keteraturannya terdiri dari dua entitas niscaya ada ketidakteraturan ata ada benturan keinginan satu sama lain, tapi pernahka kita melihat ketidakteraturan proses terbitnya matahari setiap hari dari timur ke barat?

4. Mengenai akidah, seorang muslim dituntut untuk tegas dalam masalah akidah tanpa harus menyinggung orang lain. Sikap toleran adalah sikap seorang muslim dalam menjalani hidup ini. Kita tidak harus meneriakkan dengan lantang akidah kita terhadap orang lain yang memilik kepercayaan yang berbeda tapi sumber ketegasan yang paripurna mengenai akidah yaitu seberapa tegas hati kita dalam meyakini akidah tersebut.

Sekian dulu ya untuk kali ini, InsyaAllah kita ketemu lagi esok di summari berikutnya…wsslm…OK

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10. Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s