TAFSIR AL MISBAH MENGENAL SURAH AL AN’ANM EPISODE 7 RAMADHAN


Dalam episode 7 ramadhan kali ini dapat kita simpulkan beberapa poin berikut:

1. Ayat ini merekam ucapan-ucapan kaum musyrik makkah yang meminta bukti material atau bukti konkret mukjizat Al Qur’an oleh Rasulullah sebagai mana mukjizat nabi musa yaitu tongkat yang secara fisik bisa mereka lihat. Allah menganggap kaum Muhammad selangkah lebih maju dengan umat-umat nabi sebelumnya yang lebih mempercayai bukti konkrit dari pada bukti tak konkrit karena sesungguhnya keimanan itu lahir dari keimanan kita akan kekuasaan Allah yang tidak kasat mata. Nabi terdahulu selalu meminta bukti konkret akan kekuasaan Allah untuk ditunjukkan oleh kaumnya, keingina tersebut lahir dari kekurangimanan mereka akan kebesaran Allah maka itulah Allah menunjukkan kuasanya dengan menghancurkan bukit sinai dan seketika itu Musa langsung sujud akan kebesaran Allah.

2. Allah memberikan tuntunan kepada seluruh mahluknya tanpa memandang bulu baik itu hewan tumbuhan dan lain-lain. Semut hidup dengan pola bermasyarakatnya juga demikian halnya lebah, burung dan hewan lainnya. Begitu adilnya kasih sayang Allah kepada seluruh mahluknya. Untuk itulah Allah menyerukan agar selalu bersikap sopan terhadap seluruh mahluknya contohnya yaitu ketika menyembelih hewan hendaknya memakai pisau yang tajam agar tidak menyiksa hewan tersebut saat disembelih, masihka kita meragukan kasih sayang Allah yang hingga hal-hal kecil tersebut diaturNya dengan seksama?

3. Segala kebutuhan mahluk Allah telah tercatat di lahil mahfud hingga hal-hal terkecil. lauhil mahfud ada yang mengartikan juga sebagai kiasan akan ilmu tuhan yang tak terbatas yang mengetahui sesuatu yang belum, sedang, akan, dan telah terjadi. Sebuah daun yang akan, telah, sedang jatuh telah diketahui oleh Allah. Dia tidak membekali kemampuan tersebut kepada hambanya karena kasih sayangNya, bisa jadi hambanya tidak kuat iman dan menyalahgunakan kemampuan tersebut.

4. Orang-orang yang mendustakan kebenaran Al Qur’an ibarat orang buta di dalam aneka kegelapan hal tersebut digambarkan oleh Allah dengan kata “fizzuluma”, buta dalam segala bentuk. Allah menggambarkan rahmatNya denga kata “jalan yang lebar” bagi orang-orang yang beriman. Pengibaratan jalan yang lebar adalah dari berbagai sudut jalan dapat dijadikan sebagai jalan keluar dan ditiap sudut jalan terdapat pertolongan Allah SWT.

5. Islam mengajarkan bertanya untuk mendapatkan ilmu. Dengan bertanya 50% ketidaktahuan kita sudah terpenuhi. Hambatan dari dalam diri manusia kadang angkuh tidak mau bertanya. Salah satu ciri seorang muslim adalah selalu ingin tahu dan berusaha untuk tidak sombong terhadap ilmu yang dimilikinya.

6. Islam membolehkan pemberian nama kepada anak kita dengan asma-asma Allah atau sifat-sifat Allah. Jika nama tersebut dimaksudkan untuk merujuk kesifat Allah maka sebaiknya menggunakan nama depan seperti “abdul” untuk memulai asma Allah tersebut contohnya “abdul kadir” dll.

7. Banyak orang-orang yang faham akan firman Allah tp sedikit dari mereka yang mampu menghayati. Dalam konteks sholat, sholat itu adalah lebih tepat dikatakan perjumpaan dengan sang khalik bukan melihat sang khalik. Orang buta tak bisa melihat sang khalik tp bisa merasakan perjumpaan dengan sang khalik.

Sekian tuk summari kali ini..see you tomorrow..thanks..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s