POIN-POIN PENTING PROGRAM TAFSIR AL MISBAH MENGENAL SURAH AL AN’ANM EPISODE 12 RAMADHAN


Gak terasa puasa kita sudah sampai di hari yang ke 12. Semoga kita terus diberi kesehatan untuk terus bisa menjalankan puasa hingga hari ke 30 nanti. Amin..

Episode 12 kali ini masih membahas surah Al An’anm yang lebih spesifik menyinggung tentang siksa Allah bagi umatnya yang lalai. Berikut adalah poin-poin penting yang bisa kita pikirkan bersama:

1. Allah menggambarkan siksanya bagi orang-orang yang musyrik dengan simbolisasi “atas dan “bawah”. Sesungguhnya bencana Allah itu bisa datang dari “atas” dan “bawah”. Simbol ini telah mengalami perluasan makna. Dahulu “atas” bisa diasosiasikan dengan bencana dari langis meteor, hujan mengakibatkan banjir, petir dll. Sedangkan “bawah” bisa kita kaitkan dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor dsb. Dikaitkan dengan konteks masa kini “atas” bisa dihubungkan dengan bencana dari penguasa yang zalim, perang udara, dll. Kata “bawah” bisa berupa ujian dari orang-orang kecil yang fasik yang bisa membawa bencana buat kita.

2. Allah melarang kita menghabiskan waktu untuk berkumpul dengan orang-orang zalim karena sesungguhnya mereka itu golongan yang suka memandang rendah atau melecehkan agama Allah tanpa dasar yang kuat. Mereka suka membicarakan keburukan orang lain. Mereka diibaratkan oleh Allah sebagai orang yang berjalan diatas sungai tanpa mennyentuh dasar sungai. Hal tersebut karena perbuatan mereka yang berlaku aniaya terhadap ayat-ayat Allah.

3. Allah kadang menyimpan misteri dari setiap rahasianya tentang kebenaran. Sesungguhnya Allah telah menentukan waktu tertentu bagi sebuah kebenaran untuk terungkap oleh karena itu pelajarilah setiap peristiwa yang kita alami karena disetiap momen yang ada terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Kebenaran kadang sifatnya terpendam dan suatu saat bisa terungkap. Allah bisa jadi menangguhkan kebenaran bagi umatnya dengan alasan melepaskan mereka mangambil pelajaran dari hal tersebut tapi satu yang pasti yaitu Allah tidak pernah mengabaikan umatnya.

4. Lebih baik menyesal karena tidak bicara ketimbang menyesal karena bicara. Dalam beberapa konteks bisa kita aplikasikan.

5. Fanatisme agama pada dasarnya berpegang teguh terhadap keyakinan dan dibagi atas dua yaitu fanatisme yang baik dan fanatisme yang buruk. Yang pertama kita dianjurkan untuk fanatik terhdap ajaran Islam yang pasti seperti Ajaran tentang ketauhidan sedangkan yang kedua berhubungan dengan hal-hal duniawi yang “debatable”. Fanatisme jenis kedua serta diikuti oleh klaim mempersalahkan apa yang orang lain yakini adalah dilarang karena sesungguhnya Allah mencintai perbedaan itu sendiri. Semakin luas wawasan seseorang pada fanatisme jenis kedua ini semakin bijak dia memakna perbedaan. Sesungguhnya perbedaan itu tak terhindarkan tapi perkelahian atau konflik dalam perbedaan itu bisa kita cegah bersama.

Wah cukup panjang penjelasan kali ini dan saya rasa juga cukup sampai di sini hehehhe..sampai jumpa esok..wslm..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s