POIN-POIN PENTING PEMBAHASAN TAFSIR AL MISBAH MENGENAL SURAH AL AN’ANM EPISODE 13 RAMADHAN


Hi, guys! Apa kabar? Puasa lancarkan? InsyaAllah puasa kita semua lancar ya. Episode kali membahas seputar ajaran Al Qur’an tentang tatacara bergaul yang baik. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

1. Al Qur’an adalah rahmatan lilamin atau rahmat bagi alam semesta. Al Qur’an mencakup semua hal tak terkecuali tentang tata aturan bergaul dalam kehidupan kita. Islam tidak pernah membatasi umatnya dalam bergaul. Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja sama dengan siapapun dalam kebajikan dan melarang umatnya bekerja sama dengan siapapun dalam kefasikan sekalipun dengan sesama muslim sekalipun.

2. Al Qur’an memandang semua umat beragama baik untuk dijadikan teman asalakan mereka konsisten degan agamanya kerena semua agama samawi mempercayai adanya wujud Tuhan yang maha Esa, mempercayai terhadap hari akhir, terdapat ritual antara hamba dan Tuhannya sebagaimana sholat dalam Islam adalah media untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

3. Dalam berteman kita diberi tugas untuk saling mengingatkan kepada sesama manusia bagi mereka yang melanggar ajaran agama. Dalam saling mengingatkan tidak harus dengan “urat” atau tensi yang tinggi. Juga tidak harus menyebutkan ayat-ayat Al Qru’an dalam mengingatkan. Cara terbaik dalam mengingatkan sesama yaitu dengan perbuatan menjaga perbuatan kita yang sesuai dengan nilai-nilai islam dan dengan cara itu orang lain bisa mencontohi apa yang kita lakukan.

4. Al Qir’an memangdang penting nilai sebuah waktu oleh karena itu kita dianjurkan untuk menggunakan waktu sebaik mungkin karena waktu tidak dapat diputar kembali.

5. Banyak yang beranggapan dalam dalam menciptakan segala sesuatunya dengan kata “kun fayakun”. “Kun Fayakun” adalah ekspresi metaporis yang menggambarkan kebesaran Allah dalam menciptakan bumi ini beserta isinya dengan sangat cepat hanya dalam sekejap. Hal ini ditandai dengan makna “kun” yaitu sangat cepat ataua singkat. Jadi kita jangan salah paham dengan kata tersebut.

6. Ciri teman yang baik adalah sedikit memuji dan banyak memberi nasihat.

7. Agama Islam mengakui perbedaan umat dari segi budaya dan agama. Islam tidak mengingkari keberadaan mereka. Dalam pandangan pluralisme semua agama disamaratakan atau dianggap sama dalam ajaran tapi sebenanarnya mereka saling berbeda dalam esensi penyembahan Tuhan. Pluralisme seharusnya tidak memasuki wilayah ini. Islam mengakui pluralisme dengan mengakui keberadaan agama lain yang harus kita hormati. Kekerasan terhadap isu pluralisme atas nama agama tidak dibenarkan. Alqur’an mengakui perbedaan tersebut tanpa harus melebur agama-agama menjadi satu karena mereka berbeda dalam hal esensi tapi secara umum agama mengajarkan toleransi dengan pemeluk agama lain.

Sekian tuk summari kali ini..Wslm..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s