Summari Tafsir Al Misbah Episode 16 Ramadhan


berikut adalah summari episode 16 ramadhan:

1. Dalam Al Qur’an Allah menggunakan kata “habita” untuk memetaforkan orang yang beribadah kepadanya tapi tidak dengan keihklasan. Ini bisa diibaratkan sebagi penyakit yang menimpa bianatang yang membuat mereka nampak gemuk tapi kegemukan mereka itu sesungguhnya penyakit yang akan membuatnya sengsara. Itulah pengibaratana orang yang beribadah yang pamrih tanpa niat yang ihklas untuk mendapatka ridho Allah SWT. Golongan ini banyak beribadah dan menolong orang lain hanya karena untuk mendapatkan penghargaan dari sesama manusi bukan untuk mendapat ridho Allah SWT. Dimata-orang-orang awam orang sepeti ini sangat mulia tapi sesungguhnya di mata Allah mereka tidak lebih dari binatang berpenyakitan tersebut diatas.

2. Kitab suci yang kepadanya seluruh muslim wajib menjadikannya sebagai panutan yaitu kitab suci agama samawi yang dibawa oleh rasul-rasul pilihan Allah. Sesungguhnya seluruh ajaran kitab suci tersebut telah terangkum dalam kandungan Al Qur’anul karim. Maka memedomani Al Qur’an berarti juga telah memedomani rasul-rasul Allah tersebut.

3. Hikmah dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an sebagai hal yang menghalangi kita untuk berbuat buruk. Allah memberikan hikmah bagi mereka yang mau menerima hikmah, adapun banyak dari golongan manusia yang menolak tuk mendapatkan hikmah karena perbuatan mereka.

4. Rasulullah SAW. memedomani keistimewaan nabi-nabi sebelumnya bahkan menghimpun perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diantara keistimewaan tersebut adalah kecerdasan seperti yang dianugrahkan kepada nabi Sulaiman dan Daud. Pedoman tentang kesabaran beliau dapatkan dari nabi Nuh. Ketegasan beliau merupakan perwujudan dari pembelajaran beliau atas ketegasan nabi musa. Ketulusannya didapatkan dari sifat nabi Yunus dan sikap lemah lembut beliau dapatkan dari sikap lemah lembut nabi Harun.

5. Dakwah itu bukan sesuatu yang dapat diperjualbelikan.

6. Allah menganjurkan kita sebagai orang awam untuk bertanya kepada orang yang lebih tahu tentang ilmu Allah seperti soal agam kepada para ulama. Ulama dalam konteks ini adalah mereka yang sangat memahami ajaran Islam dan dapat memberikan bimbingan kepada umat muslim.

Sekian tuk summari kali ini sampai jumpa besok..wassalam..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s