Summari Tafsir Al Misbah Episode 21 Ramadhan


well, mohon maaf gak ada summari tuk episode ke 20 soalnya gak sempat nonton acaranya di metro tv..hhehehe..Tapi alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk membuat summari di episode 21 ini. Nah, berikut adalah beberapa rangkuman yang bisa kita diskusikan bersama:

1. Dalam islam dikenal Ilmu dan penerapannya. Seseorang yang tahu banyak ilmu tapi kurang dalam aplikasinya bukannya seorang muslim sejati. Seorang muslim sejati harus mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan agar bisa menjadi contoh bagi orang lain.

2. Allah banyak memberikan cobaan kepada kita dengan menetapkan beberapa dari pemimpin kita ini dari golongan yang lalim dengan maksud orang mereka mau mengambil hikmah dari jabatan mereka tapi banyak dari mereka yang membutakan diri. Sesungguhnya jabatan tersebut Allah sudah desain agar mau kembali ke jalan Nya dengan memperlakukan rakyat dengan sebaik-baiknya.

3. Tuhan memberikan karunia seseorang dengan kelapangan dada. Hal ini berarti Allah memberikan keimanan/keihklasan bagi umatnya untuk melaksanakan amalan-amalan suci dengan hati yang lapang tanpa perasaan tidak ihklas sedikitpun. Banyak dari kita yang “dadanya sempit” sehingga merasa tidak betah melakukan kebaikan dan perintah-perintah Allah.

3. Darussalam berarti kedamaiaan. Salam berarti damai. Penggambaran Allah terhadap negeri Nya seperti Ka’abah (Mekkah) sebagai negeri yang penuh kedamaian. Ini bisa terlihat dari suasanan sekitar ka’bah yang begitu damai.

4. Orang musyrik itu menganggap perbuatan buruk itu baik, sesungguhnya mereka telah tertipu oleh dirinya sendiri. Contohnya: candu rokok sudah umum diketahui bahwa tidak baik untuk kesehatan tapi dengan akal-akalan mereka dengan mengasosiasikannya dengan simbol gentlemen maka sesungguhnya mereka telah membodoh-bodohi diri mereka sendiri.

5. Topik pembicaraan dalam setiap surah Al Qur’an itu sangat beragam. Bisa dari satu topik ke topik lainnya yang secara sekilas tidak ada sangkut pautnya dengan topik mendahuluinya tapi sesungguhnya jika kita analisa secara mendalam tak ada satu ayat dalam Al Qur’an pun yang tidak saling berkaitan. Disinilah letak ke istimewaan dan bukti bahwa Al Qur’an itu bukan buatan manusia.

6. Allah selalu menggunakan kata ganti “kami” jika berbicara melibatkan pihak-pihak lain yang ikut mendukung tercapainya suatu hal tersebut. Contohnya: kami menjadikan mereka pemimpin, tentunya kata kami tersebut merujuk kepada Allah dan sistem-sistem pemerintahan yang mendukung seseorang menjadi seorang pemimpin contohnya seperti sistem pemilihan langsung yang tentunya dilaksanakan oleh banyak pihak. Intinya ada keterlibatan Allah dan suatu sistem pemilihan yang mendukung tercapainya proses pemilihan pemimpin tersebut.

7. Dakwah membawa ajran damai. Dakwah berarti mengajak tanpa unsur paksaan. Prinsip dakwah itu lemah lebut maka apabila ada dakwah yang tidak lemah lembut atau mengandung paksaan maka dakwah itu melanggar esensinya sendiri.

Sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

2 thoughts on “Summari Tafsir Al Misbah Episode 21 Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s