Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 27 Ramadhan


Berikut adalah poin-poin penting dari diskusi program tafsir Al Misbah:

1. Islam mengajarkan seorang anak untuk berbakti kepada orang tua. Banyak orang di barat yang menitipkan orang tua mereka di panti jompo dengan alasan tidak ada waktu untuk mengurusnya tentunya ini tidak sesuai dengan nilai-nilai islami.

2. Aborsi tanpa dasar yang jelas adalah pembunuhan terhadap bayi bahkan lebih parah dari zaman jahiliyah. Dahulu di zaman jahiliyah yang membunuh anak perempuannya adalah bapaknya sendiri dengan berbagai alasan yang mereka percayai yaitu mereka takut kalau kelak anaknya akan diperkosa dan takut tidak ada biaya kemudian hidup mereka sengsara. Allah melalui ayatnya memperingati orang-orang kafir yang membunuh anaknya bahwa yang memberi mereka rezeki itu Allah bukan mereka jadi jangan karena alasan tersebut mereka jadi membunuh bayi perempuan mereka sendiri.

3. Saat ini yang membunuh anaknya sendiri bukan lagi dilakukan oleh ayah seperti pada zaman jahiliyah tapi dilakukan oleh sang ibu sendiri yaitu ketika aborsi. Hal ini lebih kejam dari zaman jahiliayah.

4. Allah dengan melarang orang yang memanfaatkan anak yatim untuk kepentingan mereka. Allah bahkan menyarankan untuk mengelolah harta anak yatim ketika mereka belum akil balik dan memberikan hasilnya kepada mereka dengan adil.

5. Allah selalu mengingatkan hambanya untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika permintaan orang tua kita tidak sesuai dengan ajaran Allah maka janglah kita mengikutinya tapi tetap kita harus berbuat baik kepada orang tua kita.

6. Allah melarang perzinahan adalah karena tujuan perzinahan itu hanya tujuan sesaat. Juga ilmu kedokteran pun membuktikan perzinahan itu bisa mempengaruhi kualitas bayi yang akan seseorang lahirkan itu karena pengaruh psikologis saat berzina karena esensi menusia itu tidak ada yang ingin berzina oleh karena itu banyak yang setelah melakukan perzinahan pasti akan sangat menyesal.

7. Kita harus menepati janji sekalipun itu kepada binatang atau tumbuhan.

8. Kita bisa saja membalas kebaikan teman atau saudara tetapi kita tidak bisa membalas budi kepada kedua orang tua dan Allah. Al kisah seorang mengendong ibunya pergi tawaf dan setelah menggondong ibunya tawaf dia menghadap rasulullah dan bertanya “ya rasulullah apakah saya sudah berbalas budi kepada orang tua saya?” dengan simpel rasulullah menjawab “sekali helaian nafas ibumupun tak sebanding dengannya”.

sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s