Summari Tafsir Al Misbah Episode 29 Ramadhan


Hy teman-teman pha kbr? Gimana puasanya. Alhamdulillah tidak terasa kita sudah berada di hari ke 29 ramadhan yang artinya sehari lagi kita akan berpisah dengan ramadhan tercinta. Sedih sih tapi mau gimana lagi kita harus bersiap lagi untuk menyongsong ramadhan tahun berikutnya biar lebih mantap lagi dan moga bisa diberi umur panjang untuk bisa mengecap ramadhan tahun depan…AMIN..Well, episode kali ini sangat menarik dan secara gambang membahas tentang pluralisme. Terdapat beberapa poin penting yang patut untuk kita renungkan bersama untuk bisa membuka pemahaman kita agar menjadi orang yang lebih bijak dalam memaknai perbedaan.

1. Perbedaan adalah rahmat atau sebuah keniscayaan dalam Islam oleh karena itu Islam mengecap perbedaan yang mengakitbatkan perpecahan satu sama lain. Kita diciptakan berbeda-besa suku dan agama untuk hidup berdampingan satu sama lain secara damai bukan untuk berperang satu sama lain apa lagi dengan dalih agama.

2. Kehidupan yang tenang dalam keberagaman suku dan agama itu ibarat sebuah pesta yang dimana terdapat banyak tamu yang datang untuk meramaikan pesta tersebut dan masing-masing tamu bebas memilih makanan apa saja yang mereka kehendaki untuk makan karena semuanya telah tersaji oleh tuan rumah. Tuan rumah menghendaki para tamu agar mereka merasa nyaman dengan pilihan makanan atau minuman yang disediakan agar tercipta suasana harmonis. Salah seorang tamu tidak boleh memaksa salah satu tamu untuk memakan makanan tertentu secara paksa kecuali orang yang tersebut mau secara ihklas untuk mencoba makanan tersebut tanpa adanya paksaan. Para tamu adalah faktor penting penunjang kesuksesan sebuah pesta oleh karena itu suasana tenang dan damai dari setiap tamu diperlukan untuk mensukseskan suatu pesta.

3. Islam mengakui adanya perbedaan agama dengan prinsip “lakum dinukum waliadin” nya, “untukmu agamau, untukku agamaku. Prinsip ini melarang kita untuk memaksakan agama kita kepada seseorang. Menghargai apa yang seseorang percayai dalam hidup kehidupan bermasyarakat bukan berarti kita meyakini kepercayaan mereka. Masalah keyakinan itu urusan antara seseorang dengan tuhannya.

4. Islam adalah agama yang ajarannya bersifat universal. Dibutuhkan kemampuan untuk memahami ajaran Islam agar sesuai dengan konteks kehidupan dari setiap generasi ke generasi yang lain. Islam juga mengenal adany hak “veto”. Sebagai contoh Islam menetapkan bahwa memakan babi adalah haram tapi dalam kondisi tertentu yang bisa mengakibatkan akibat fatal atau bisa jadi kematian bagi seseorang maka dia boleh mengambil hak veto untuk memakan babi untuk menyambung hidupnya dengan syarat sudah tidak ada pilihan lain. Hak veto ini bukanlah tradisi harian atau dengan kata lain pilihan yang boleh seseorang putusakan dalam kondisi emergensi saja.

5. Tidak bisa dipungkiri banyak perbedaan yang terjadi kepada sesama umat Islam akibat interpretasi yang beragam terhadap texts.

6. Kita tidak boleh mengkafirkan atau mengklaim apa yang seseorang percayai benar atau salah karena klaim benar atau salah itu hak Allah. Kita hanya diberi dibekali tentang apa yang benar dan apa yang salah di dalam Al Qur’an tapi kita dilarang untuk mengklaim apalagi secara terang-terangan memberikan klaim terhadap agama dan kepercayaan orang lain. Hal ini dilarang karena Islam menghendaki seluruh umat manusia hidup damar berdampingan satu sama lain. Contohnya: Walaupun Ahmadiyah mempercayai adanya nabi setelah Muhammad maka kita tidak boleh menganggu apalagi menyakiti mereka karena boleh jadi apa yang kita yakini benar itu disalahkan oleh Allah larena perbuatan kita yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita boleh berdiskusi dengan mereka tentang perbedaan itu tapi tidak boleh dengan cara kekerasan.

7. Rasulullah sudah membuat prediski terhadap kondisi umatnya yang akan terpecah-pecah setelah kepergiannya dan mereka yang tetap berada dalam koridor Islam adalah yang dimuliakan oleh Allah.

8. Sesungguhnya Allah itu maha Pemurah dan Penyayang kepada hambanya. Buktinya Allah dengan melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang kita lakukan dan hanya menghitung satu atau hanya mengkalikan satu dari setiap dosa yang kita lakukan.

wah cukup panjang lebar pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di episode terakhir besok..sekian, wasaalam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s