Jam Terbang (by Prie GS)


tulisan ini adalah asli milik kang prie, seorang budayawan yang juga seorang motivator. Semoga tulisan ini bisa membawa inspirasi buat teman-teman semua..

Saya mengerti kenapa sebutan jam terbang dikenakan untuk menggambarkan pengalaman. Ini semula pasti karena pengalaman memang disetarakan dengan terbang. Begitu berat mencari pengalaman itu sehingga beratnya sama dengan terbang. Orang yang jagoan di darat, bisa menjadi pihak penakut di angkasa sana. Muhammad Ali contohnya.

Sejak muda Ali sudah bertubuh bongsor dan ditakuti teman-teman sekolahnya. Jika nilai sekolahnya jelek, ia cukup mengancam teman sekelasnya untuk membocorkan jawaban. Rumus ini selalu sukses karena pihak yang terancam itu enggan terlibat keributan.

Ali yang menakutkan ini adalah Ali yang ganti ketakutan ketika harus terbang. Tetapi jika ia benar-benar menolak terbang, sejarah tidak akan mengenal Muhammad Ali seperti yang sekarang. Karena untuk meraih Emas Olimpiade, ia harus pergi ribuan mil dari kampungnya dan menempuh ketinggian puluhan ribu kaki. Orang ini mengingat dengan rasa malu ketika untuk terbang di kali pertama ia harus membelitkan parasut di tubuhnya. Bagi sebagian besar orang, terbang adalah keputusan yang menakutkan tak terkecuali saya.

Tapi cuma dengan terbang itulah jarak-jarak yang jauh ditaklukkan, perjalanan panjang dipendekkan dan hari dipadatkan cuma menjadi jam. Semenatra ini, cuma terbang yang memiliki kemampuan sebesar itu walau dengan risiko yang juga sebesar itu. Hukum yang sudah amat tua ini terjadi lagi: untung yang tinggi, selalu ada di dalam risiko tinggi.

Tetapi biar kata risiko itu tidak mendapat tekanan ucapkanlah secara terbalik, bahwa cuma memang di sebuah risiko tinggi terletak keberuntungan tinggi. Maka setiap hendak mengumpulkan pengalaman demi pengalaman yang berat itu, mari membayangkan buah pengalaman yang nilainya selalu akan sepadan.

Untuk bisa menulis bahkan sekadar kolom ini saja, saya butuh belajar menulis lebih dari 20 tahun. Jangka waktu sepanjang itupun tidak membuat saya menjadi benar-benar ahli. Ada kalanya, kolom ini selesai dalam hitungan jam, tetapi tak sedikit yang harus selesai dalam hitungan hari. Ternyata saya tidak benar-benar selalu menjadi pakar untuk bidang yang sudah saya tekuni bertahun-tahun ini. Kadang-kadang kerepotan juga menemukan ide.

Jika ide sudah ketemu, kadang-kadang tidak lancar dalam penuangan. Bahkan orang yang sudah menekuni pekerjaannya pun, masih harus akrap dengan kesulitan. Tetapi percayalah, betapapun sulitnya, di tangan sebuah jam terbang, kolom ini rampung juga seperti biasa.

Saya juga teringat tentang sebuah undangan sebagai pembicara pertama yang gagal saya datangi lebih karena saya gagal berkompromi dengan ketegangan. Saya malu sekali ketika seroang teman menebak dengan tepat apa alasan ketidakdatangan saya itu: tegang. Saya sangat ingin bicara, tetapi saya takut sekali bicara, karena jam terbang belum saya punya.

Ingin tetapi ketakutan ini sungguh penderitaan. Jadi menempuh jam terbang memang penuh penderitaan. Tetapi sebenar-benarnya penderitaan ialah ketika seseorang sama sekali belum memiliki jam terbang.

Kini, di setiap kesempatan, ketika saya sedang bekerja dalam rangka menempuh ”jam terbang” hingga terbang dalam pengertian sebenarnya, saya mencoba menikmati keduanya. Sama sekali membebaskan diri dari derita menempuh jam terbang pasti tidak mungkin. Kesakitan tetaplah kesakitan, derita tetaplah derita dan ia tak bisa dilenyapkan.

Ia menjadi berharga justru ketika terasakan. Tetapi merasakan kesakitan itu sambil membayangkan seluruh manfaat jam terbang ini, adalah sebenar-benarnya kegembiraan. Begitu mendarat, selalu terpancar kelegaan di wajah para penumpang. Dan kelegaan semacam itu tak akan pernah mereka dapatkan jika mereka tak pernah terbang. Maka terbanglah!
(Prie GS/bnol)

Sumber Kutipan : http://www.priegs.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=44

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s