My Perspective Toward Ramadhan


Ramadhan adalah momen tepat penengejawantahan nilai-nilai ketuhanan di dunia dan pemvertikalisasian nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini kita pelajari. Relasi horizontal antara manusia dan Tuhannya tidak akan lengkap tanpa hubungan baik manusia kepada sesama. Dengan logika sederhana tidak mungkin seseorang bisa memiliki hubungan baik kepada Tuhannya jika tidak peduli untuk berbagi kepada mahluk ciptaan Tuhan lainnya.

Ramadhan ini terasa spesial selain bisa berukumpul dengan keluarga juga bisa saling berbagi empati kepada mereka yang kurang beruntung seperti teman-teman pengamen, penjual Koran dll. Bagiku esensi puasa itu mencoba mengenali nilai-nilai keTuhanan yang dimana salah satu sifat Tuhan yaitu memberi makan dan tidak makan. Dalam berpuasa kita dilatih dalam kualitas tersebut. Itulah folosofi berpuasa.

Hal menarik lainnya adalah banyaknya kepedulian dalam bentuk ucapan selamat ramadhan dari teman-teman yang memiliki keyakinan berbeda. Mereka sangat toleran terhadap kami yang menjalankan puasa. Disinilah letak indahnya beroleransi. Akhirnya, dua pembelajaran penting yang kudapatkan yaitu kesadaran akan nilai-nilai keTuhanan dalam berpuasa dan semangat toleransi untuk kehidupan yang lebih damai.

*Essai singkat ini adalah essay yang saya kirim dalam lomba kuis Ramadhan “Apa Arti Ramadhan Untukmu” yang diselenggarakan oleh Kedubes Amerika Serikat.

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s