I HATE HAMSTERS


Sebulan terakhir ini rumahku mempunyai sepasang penghuni baru, bahkan hingga detik aku menulis catatan inipun dipenghujung malam menjelang subuh ini sepasang penghuni baru tersebut masih sibuk bercengkrama satu sama lain sambil membersihkan kakinya dengan jilatan-jilatan ampuhnya dan tak lupa mengeluarkan bunyi ajaib yang mengganggu tidurku. Sejak awal kedatangannya amarah kulayangkan pada keponakanku karena keyakinanku atas ketidakbecusannya merawat kamarnya apalagi menambah tugasnya dengan membersihkan kandang hamster jika butuh tuk dibersihkan. Bukan itu yang menjadi perhatian utamaku, tapi adalah ukuran kandang hamster tersebut yang membuatku kasihan akan hilangnya kebebasan si hamster tuk menikmati luasnya dunia ini, seperti layaknya pemiliknya menikmatinya.

Baunya yang busuk dan model yang mirip tikus walaupun berbuluh bersih membuatku “ilfil” mendekatinya. Ah I hate hamster tapi saya tidak tega melihatnya kelaparan saat si pemiliknya tidak menambah kesadarannya bahwa dia sedang menambah sebuah kewajibannya tuk merawat binatang piaraan. Memang ponakanku merawatnya namun tidak maksimal, banyak jam dimana binatang piaraan tersebut butuh makan namun si empunya tidak ada dirumah bahkan bertandang kerumah kakakku selama lebih dari 24 jam, tanpa harus menyebutnya 5 kali 24 jam saat liburan sekolah. Kondisi itu tanpa titah ataupun secarik memo lisan untuk menitip sang hamster kepadaku. Ah saya benci hamster tapi tidak tega melihatnya kelaparan.

Selama beberapa hari tersebut kulakukan tugas tanpa perintah itu, si binatang kecil tersebut aman n kebersihannya kugaransi karena ketakutanku mencium aroma busuk dari kandangnya. Makanan khusus yang keponakanku beli untuk si hamster itu yang kuberikan sebagai menu harian sepasang hamster itu. Saat menulis tulisan inipun binatang piaraan tersebut nampak lapar setelah kutafsirkan gerakannya yang mulai gelisah didalam kandang.

Selama melakukan tugas itu, memang saya sangat rajin memeriksa keadaan si hamster bahkan mencuci dan mengeringkan kandangya pun kulakukan ketika aku punya waktu yang luang dirumah. Wah kondisi ini membuatku sedikit besar kepala bahwa saya lebih cakap merawat hamster ketimbang ponakanku bahkan merencanakan akan melakukan ceramah singkat buat ponakanku atas perbuatannya meninggalkan binatang piaraannya itu. Awalnya saya yakin bahwa itu semua natural kulakukan karena kasihan terhadap si hamster. Hal tersebut ditambah dengan sikap saya yang selama ini yang kurang setuju dengan orang-orang yang memeliharan binatang piaraan yang memang menjamin makanan binatang-binatang piaraan tersebut namun menyiksanya untuk tidak menikmati alam yang Tuhan berikan untuk semua mahluk hidup ciptaannya.

Beberapa hari berselang makanan sang hamster habis dan saya tidak punya pengetahuan tentang makanan alternatif apa yang bisa menggantikan makanan khusus tersebut dan kemana harus membelinya juga saya kurang paham. Nasilah pilihan alternatifku. Kurangnya usahaku untuk mencari tahu dimana kios penjual makanan hamster ditambah makanan alternatif “nasi” yang saya berikan tidak sepopuler makanan khusus hamster tersebut maka sikap “care”ku terhadap sang hamster mengalami degradasi bertahap walaupun tidak sampai ke tahap paling dasar yang bisa berujung pada pengabaian. Akhir-akhir ini perhatianku pada sang hamster tidak serutin saat kondisi dimana makanan khas telah disediakan ponakanku. Kondisi ini menyebabkanku sadar bahwa perhatianku yang konsisten sebenarnya bersandar pada ketersediaan makanan khusus hamster tersebut. Ah lagi-lagi hamster memberiku pelajaran yang berharga untuk selalu tulus, ihklas dan konsistent terhadap apa yang kita lakukan apapun kondisi yang menyertainya. Akibatnya tidak ada ceramah singkat untuk keponakanku karena apresiasiku terhadap perbuatannya yang telah menyediakan makanana khusus hamster tersebut. Yang kulakukan hanyalah memberinya sedikit omelan untuk lebih bertanggung jawab lagi terhadap apa yang telah dia lakukan, dalam hal ini keputusannya untuk memelihara sepasang hamster.

Thanks…..wassalam….                                                            (Makassar selasa dini hari, 19 april 2011)

Salam Hangat,

Haeril Halim


10 thoughts on “I HATE HAMSTERS

  1. Waaaaaaaaaaaaahh..saya suka bagian “hamster memberiku pelajaran yang berharga untuk selalu tulus, ihklas dan konsistent terhadap apa yang kita lakukan apapun kondisi yang menyertainya…” even ,indirectly, a small lil cute animal used by God to show us another important lesson of caring others..

  2. Hi Bang Eril,
    Nice to meet you here🙂
    Bang,
    Ini aku lagi me-launching blog terbaruku berhubung blog sebelumnya tidak dapat digunakan maksimal🙂
    Aku minta ijin y Bang Eril tek masukin daftar “Blogroll”ku alias temen blog hehehe
    Kebetulan Theme WordPress kita sama, ahahahaha sama-sama pakai Greyzzed theme hehe
    masih belajr niy di wordpress mohon bimbingan

    • halo erik…aq udah tengok sekilas blognya keren Erik…isinya menarik krn berbagi pengalaman…nanti akan sy rekomendasikan pada pengunjung blogku krn rata2 yg berkunjung ke blogku scholarship hunter hehheh…silahkan put my blog in your blogrol, aq jg udah menaruh blogmu di blogrollku….

      wordpress memang dikit sulit ketimbang blogspot, intinya berani utak atik sana sini aja ntar jg familiar….hehhhehe…sekalian aq mau kasi kbr klo aq lulus beasiswa ccip fulbright bro…doakan semuanya berjalan lncr hingga pemberangkatannya nanti,,amin..makasih my purwokerto brother….

  3. Haiiii Haiiiii Haiii Haiiiiiii
    Congratulations Brotherr
    Sekali lagi selamat Mas Eril!!!
    Semoga sukses dan cita-cita Mas Eril disana tercapai
    Aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
    Kapan Mas Eril berangkat!!
    Selamat yah

    Begitu juga dengan aku, kalao nanti pengunjungku pada tanya tanya scholarship aku juga akan merekomendasikan mereka ke Blognya Mas Eril
    yup udah aku blogroll blog nya mas eril, makasih juga blogku dah dipasang di bloggrolnya mas erill

    see you then,

    seneng aku dengernya!

    • amin…makasih eriiiiiiiiiiik….berangkatnya belum mgkn pertengahan august krn kelasnya mulai summer….ayo keep blogging bro….see you in US….

    • hamsternya sdh migrasi ke sulawesi barat heehhee dipindah tangankan oleh empunya krn udah gak kuat ngurus hamsternya sendiri hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s