Makkah Taraweeh Sheikh Sudais


Advertisements

Autobiography


Hello folks, how have you been doing? I hope this post finds you well. Mmmmm it is been a while I am not hitting my page and here you go I am here to write a piece for you all guys. I hope you will enjoy it and do not forget to leave comments in this post for opportunity of growth for me.  Bay the way, I am not an autobiography writer, but I hope that the one I posted here will give you a clue of what an autobiography looks like if you never write one. This is not an professional piece, but merely a personal sharing. I always believe that “sharing is living“, if you share you will find the true meaning of life

(*This post was the assignment in my International Relation class for extra credit thing. I am not a lazy student though, I only did not do well on the midterm that was why I was given this assignment. LOL)

**********

Autobiography

My parents named me Haeril Halim. My friends call me Haeril. Besides “Haeril” I have quite a few nicknames, many of which I do not understand how they come about. They are “Ril,” “Eying,” “Ying,” Yink,” “Kure,” “Aril,” “Riel,” “Eyyink,” “Halim,” “Lim,” “Iyying,” “Heyril,” and “Pak RT.” I am not bothered at all having those names, because each of them reflects particular friendships I have with people. For people in general, I prefer to be called “Haeril.”

I was born on May 20th, 1987 and grew up in Polewali, west Sulawesi, Indonesia. In 2005, I moved to Makassar, south Sulawesi, Indonesia because I had to go to University. I studied linguistics and graduated from Hasanuddin University on July 2010.

I have a big family, four brothers and four sisters. Most of them have already married. Now, I have 15 nieces and nephews. My parents live in Polewali and so do some of my sisters and brothers. My oldest sister is 38 years old and my youngest sister is 22 years old. I am the eighth child in my family.

***

I am a big fan of Inter Milan, a football team from Italy. I can play soccer, but not very well. I can play badminton very well. I like to spend my leisure time reading books. My favorite books are linguistics, politics, communication, philosophy, sociology and international affairs. Continue reading

Simple Life, Strong in Efforts


AKU, KITA, DUNIA DAN TUHAN

KESEIMBANGAN AKAL PIKIRAN BELUM CUKUP TANPA ADANYA HATI.

“AKU” SANGAT SUBJEKTIF DENGAN “KEAKUANNYA” TANPA ADANYA “KEKITAAN”.

“AKU” DAN “DUNIA” SANGAT SUBJEKTIF TANPA ADA YANG MENGENDALIKANNYA, TUHAN.

DI DUNIA INI ADA “AKU”, “DIA”, “ANDA” DAN “MEREKA”, CUKUP DENGAN DUA UNSUR “AKU” DAN “KITA” MAKA DUNIA INI TENANG TANPA KONFLIK.

DI DALAM KEDAMAIAN “AKU” DAN “KITA” MENYATU, DI DALAM KONFLIK “AKU”, “ANDA” DAN “MEREKA” ADALAH PELAKU UTAMANYA.

….DUNIA TANPA KELAS AKAN MENCIPTAKAN KONFLIK DAN DUNIA TANPA KONFLIK ADALAH DAMBAAN KITA SEMUA…

Life Principle


…hidup ini begitu indah oleh karena itu rasakan, renungkan dan ambil pelajaran dari setiap kejadian yang terjadi karena di dalam keindahan pasti terdapat keindahan yang tersembunyi…hambatan itu datang hanya sebagai jalan untuk menuju kebahagiaan yang hakiki…cintailah hidupmu karena dengan hidup kamu bisa mencintai…

Kuliah


Ada dua tempatku belajar: Ruang Kelas dan Alam Sekitar

“Ada dua temanku dalam belajar: Diriku dan Orang-Orang Selain Diriku”

Formalitas dalam dunia pendidikan sangatlah penting walaupun bukan entitas tunggal dalam dunia pendidikan. Kekuatan formal dan non-formal mutlak kita butuhkan. Universitas Hasanuddin adalah “rumah akademik ku” dalam jenjang perkuliahan. Ohio University adalah tempatku dimana mendapat pengalaman, teman dan visualisasi pendidikan bagaimana sewajarnya sebuah dunia akademik itu berjalan.

Lingkungan sekitar banyak menampar dan memberiku pelajaran tentang hidup. Lingkungan sekitar tempatku belajar melihat fenomena nyata dalam kehidupan dan akal-pikiran-hati adalah alat pensintesian apa yang sebenarnya dan apa yang seharusnya ada dalam hidup ini. Hidup tanpa belajar adalah mati dan mati tanpa belajar adalah sia-sia. Belajar adalah usaha yang tak kenal mati.

Cita-Cita


I have no idea of what I am going to be but I do have a clear vision on How I should be in the future

Cita-cita adalah kepemilikan “general”. Generalitas sebuah cita-cita tak terlepas dari sentuhan-sentuhan personal yang unik oleh setiap pribadi. Jadi pencita-citaan yang ideal berlandaskan sebuah nilai umum yang bisa kita rasakan bersama. Berguna bagi diri sendiri dan orang lain adalah sebuah cita-cita yang sangat mulia bagaimanapun bentuk dan nama cita-cita tersebut. Penciri-khasan dalam meraih sebuah cita-cita adalah mutlak karya orisinal seseorang oleh karena itu menjadi diri sendiri sangatlah penting dalam menyambut cita-cita kita.