Summari Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 30 Ramadhan (Episode Terakhir)


Alhamdulillah kita sudah berada di penghujung ramadhan sekalgus sampai di episode terakhir program tafsri Al Misbah tahun 2010. Sedih juga terasa karena mulai besok tafsir Al Misbah tidak akan hadir lagi hingga InsyaAllah ramadhan tahun depan. Tapi jangan khawatir insyaAllah hari-hari esok akan terus ada postingan-postingan yang tak kalah menariknya dari tafsir Al Misbah.

Pada episode terakhir kali ini, bapak Quraishihab menjelaskan surah Al An’Anm dari ayat 162 hingga ayat 165. Inti dari diskusi kali ini membicarakan tentang konsekuensi dari keislaman kita.

1. Salah satu perbedaan Islam dengan agama-agama sebelumnya yaitu sholat. Sholat secara harfiah berarti doa. Doa itu permohonan dari sesuatu yang rendah kepada sesuatu yang tinggi. Jadi dalam sholat atau berdoa kecongkakan atau ketinggihatian sebaiknya dihilangkan karena hanya akan memakruhkan pahala sholat.

2. Sholat jika kita pahami secara mendalam adalah sebuah kebutuhan bagi kita semua. Sholat jangan lagi kita maknai hanya sekedar ibadah wajib yang harus kita gugurkan demi menjalankan perintah agama namun lebih kepada keihklasan kita menyembah kepada Allah yang berujung pada tentramnya hati dan jiwa ini dalam setiap aktifitas yang kita lakukan.

3. Ibadah berfungsi untuk membersihkan seseorang dari dosa-dosa karena tak seorang manusiapun yang tidak mempunyai dosa, terkadang dosa tersebut kita lakukan dengan sengaja maupun secara tidak sengaja.

4. Berbeda dgn zakat, haji, dan puasa yang bisa kita tangguhkan dalam kondisi tertentu, sholat adalah ibadah yang tidak bisa kita tinggalkan oleh karena itu Allah banyak memberi kita keringanan dalam hal sholat. Contohnya: jika kita tak mampu sholat berdiri maka Islam mengajarkan tata cara sholat dalam duduk. Kalaupun tidak bisa duduk maka diberi toleransi lagi sehingga bisa melakukan sholat dalam keadaan berbaring.

5. Para nabi dalam bersabda dengan menggunakan pronoun atau kata ganti “saya” tidak serta merta hanya menunjuk pada dirinya sendiri tapi bagaimana kata “saya” itu menunjukkan sikap tanggung jawab oleh nabi-nabi Allah dalam menyebarkan agama Allah. Contohnya: Rasulullah SAW berkata kepada umatnya bahwa sayalah orang yang bertanggungjawab untuk penyebaran nilai-nilai Allah di muka bumi ini. Jelas bahwa Muhammad telah memposisikan dirinya dan berjanji kepada Allah bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya dan hal tersebut telah dibuktikan oleh rasulullah dalam amal dan perbuatannya, tidak hanya sekedar bicara. Banyak pemimpin saat ini yang pada saat berjanji dalam kampanye menggunakan kata “saya” maka ketika terpilih tidak pernah bertanggunggjawa atas kata-kata atau hal-hal yang telah mereka janjikan.

6. Jangan pernah mempermasalahkan perbedaan. Allah menciptakan yang kaya agar kita bisa mengetahui apa yang disebut miskin dan begitu sebaliknya. Allah menciptakan orang miskin sebagai cobaan bagi orang yang kaya begitupun orang yang kaya akan menjadi cobaan bagi yang miskin. Begitulah Allah mengatur kehidupan ini agar kita bisa mengambil pelajaran dari setiap hal yang kita lalui dalam hidup ini.

7. Sesungguhnya Allah menciptakan hal-hal yang halal buat manusia itu dalam jumlah yang sangat banyak dan hal-hal yang haram dalam jumlah yang sedikit namun ironisnya masih banyak dari manusia yang suka memilih hal-hal yang haram dikarenakan ketidaktahuan mereka.

8. Untuk memperbaiki keihklasan dibutuhkan kesadaran dari diri sendiri bukan dari orang lain.

Sekian untuk summari tafsir Al Misbah ramadhan tahun ini dan InsyaAllah kita bertemu lagi di summari tafsir Al Misbah ramadhan tahun depan..wassalam..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Tafsir Al Misbah Episode 29 Ramadhan


Hy teman-teman pha kbr? Gimana puasanya. Alhamdulillah tidak terasa kita sudah berada di hari ke 29 ramadhan yang artinya sehari lagi kita akan berpisah dengan ramadhan tercinta. Sedih sih tapi mau gimana lagi kita harus bersiap lagi untuk menyongsong ramadhan tahun berikutnya biar lebih mantap lagi dan moga bisa diberi umur panjang untuk bisa mengecap ramadhan tahun depan…AMIN..Well, episode kali ini sangat menarik dan secara gambang membahas tentang pluralisme. Terdapat beberapa poin penting yang patut untuk kita renungkan bersama untuk bisa membuka pemahaman kita agar menjadi orang yang lebih bijak dalam memaknai perbedaan.

1. Perbedaan adalah rahmat atau sebuah keniscayaan dalam Islam oleh karena itu Islam mengecap perbedaan yang mengakitbatkan perpecahan satu sama lain. Kita diciptakan berbeda-besa suku dan agama untuk hidup berdampingan satu sama lain secara damai bukan untuk berperang satu sama lain apa lagi dengan dalih agama.

2. Kehidupan yang tenang dalam keberagaman suku dan agama itu ibarat sebuah pesta yang dimana terdapat banyak tamu yang datang untuk meramaikan pesta tersebut dan masing-masing tamu bebas memilih makanan apa saja yang mereka kehendaki untuk makan karena semuanya telah tersaji oleh tuan rumah. Tuan rumah menghendaki para tamu agar mereka merasa nyaman dengan pilihan makanan atau minuman yang disediakan agar tercipta suasana harmonis. Salah seorang tamu tidak boleh memaksa salah satu tamu untuk memakan makanan tertentu secara paksa kecuali orang yang tersebut mau secara ihklas untuk mencoba makanan tersebut tanpa adanya paksaan. Para tamu adalah faktor penting penunjang kesuksesan sebuah pesta oleh karena itu suasana tenang dan damai dari setiap tamu diperlukan untuk mensukseskan suatu pesta.

3. Islam mengakui adanya perbedaan agama dengan prinsip “lakum dinukum waliadin” nya, “untukmu agamau, untukku agamaku. Prinsip ini melarang kita untuk memaksakan agama kita kepada seseorang. Menghargai apa yang seseorang percayai dalam hidup kehidupan bermasyarakat bukan berarti kita meyakini kepercayaan mereka. Masalah keyakinan itu urusan antara seseorang dengan tuhannya.

4. Islam adalah agama yang ajarannya bersifat universal. Dibutuhkan kemampuan untuk memahami ajaran Islam agar sesuai dengan konteks kehidupan dari setiap generasi ke generasi yang lain. Islam juga mengenal adany hak “veto”. Sebagai contoh Islam menetapkan bahwa memakan babi adalah haram tapi dalam kondisi tertentu yang bisa mengakibatkan akibat fatal atau bisa jadi kematian bagi seseorang maka dia boleh mengambil hak veto untuk memakan babi untuk menyambung hidupnya dengan syarat sudah tidak ada pilihan lain. Hak veto ini bukanlah tradisi harian atau dengan kata lain pilihan yang boleh seseorang putusakan dalam kondisi emergensi saja.

5. Tidak bisa dipungkiri banyak perbedaan yang terjadi kepada sesama umat Islam akibat interpretasi yang beragam terhadap texts.

6. Kita tidak boleh mengkafirkan atau mengklaim apa yang seseorang percayai benar atau salah karena klaim benar atau salah itu hak Allah. Kita hanya diberi dibekali tentang apa yang benar dan apa yang salah di dalam Al Qur’an tapi kita dilarang untuk mengklaim apalagi secara terang-terangan memberikan klaim terhadap agama dan kepercayaan orang lain. Hal ini dilarang karena Islam menghendaki seluruh umat manusia hidup damar berdampingan satu sama lain. Contohnya: Walaupun Ahmadiyah mempercayai adanya nabi setelah Muhammad maka kita tidak boleh menganggu apalagi menyakiti mereka karena boleh jadi apa yang kita yakini benar itu disalahkan oleh Allah larena perbuatan kita yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kita boleh berdiskusi dengan mereka tentang perbedaan itu tapi tidak boleh dengan cara kekerasan.

7. Rasulullah sudah membuat prediski terhadap kondisi umatnya yang akan terpecah-pecah setelah kepergiannya dan mereka yang tetap berada dalam koridor Islam adalah yang dimuliakan oleh Allah.

8. Sesungguhnya Allah itu maha Pemurah dan Penyayang kepada hambanya. Buktinya Allah dengan melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang kita lakukan dan hanya menghitung satu atau hanya mengkalikan satu dari setiap dosa yang kita lakukan.

wah cukup panjang lebar pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di episode terakhir besok..sekian, wasaalam..

Summari Program Tafsir Al Misbah Episode 28 Ramadhan


Summari episode 28 kali ini SBB:

1. Prinsip 10 perintah Tuhan atau 10 Commandment dalam setiap kitab suci yang dibawa oleh rasulnya itu sama karena sumber kitab-kitab yang dibawa Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad itu bersumber dari Allah SWT.

2. Umat nabi Musa sangat materialistik, mereka tidak mau mempercayai Allah kecuali ada bukti materi yang bisa mereka saksikan. Nabi Isa dengan kekhasannya yaitu kerohanian yang tinggi. Muhammad menggabungkan keduanya dengan mencoba memberikan umatnya pemahaman ketuhanan secara rasional dan transenden.

3. Isi kandungan Al Qur’an dijaga oleh Allah oleh karena itu hingga saat ini belum ada yang bisa merubahnya.

4. Penjelasan yang kita terima dari orang lain bisa saja membingungkan dan mencerahkan sedangkan penjelasan dari Al Qur’an itu sifatnya mencerahkan atau memberi petunjuk bagi mereka yang membacanya.

5. Fir’aun menyatakan keberimanannya pada saat nyawanya sudah berada di kerongkongan namun semua itu sia-sia karena Allah telah memberikan waktu sepanjang hidupnya untuk beriman kepada Allah namun dia lalai.

6. Allah menurunkan Al Qur’an untuk dipelajari dan dipahami isi dan kandungannya.

sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 27 Ramadhan


Berikut adalah poin-poin penting dari diskusi program tafsir Al Misbah:

1. Islam mengajarkan seorang anak untuk berbakti kepada orang tua. Banyak orang di barat yang menitipkan orang tua mereka di panti jompo dengan alasan tidak ada waktu untuk mengurusnya tentunya ini tidak sesuai dengan nilai-nilai islami.

2. Aborsi tanpa dasar yang jelas adalah pembunuhan terhadap bayi bahkan lebih parah dari zaman jahiliyah. Dahulu di zaman jahiliyah yang membunuh anak perempuannya adalah bapaknya sendiri dengan berbagai alasan yang mereka percayai yaitu mereka takut kalau kelak anaknya akan diperkosa dan takut tidak ada biaya kemudian hidup mereka sengsara. Allah melalui ayatnya memperingati orang-orang kafir yang membunuh anaknya bahwa yang memberi mereka rezeki itu Allah bukan mereka jadi jangan karena alasan tersebut mereka jadi membunuh bayi perempuan mereka sendiri.

3. Saat ini yang membunuh anaknya sendiri bukan lagi dilakukan oleh ayah seperti pada zaman jahiliyah tapi dilakukan oleh sang ibu sendiri yaitu ketika aborsi. Hal ini lebih kejam dari zaman jahiliayah.

4. Allah dengan melarang orang yang memanfaatkan anak yatim untuk kepentingan mereka. Allah bahkan menyarankan untuk mengelolah harta anak yatim ketika mereka belum akil balik dan memberikan hasilnya kepada mereka dengan adil.

5. Allah selalu mengingatkan hambanya untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika permintaan orang tua kita tidak sesuai dengan ajaran Allah maka janglah kita mengikutinya tapi tetap kita harus berbuat baik kepada orang tua kita.

6. Allah melarang perzinahan adalah karena tujuan perzinahan itu hanya tujuan sesaat. Juga ilmu kedokteran pun membuktikan perzinahan itu bisa mempengaruhi kualitas bayi yang akan seseorang lahirkan itu karena pengaruh psikologis saat berzina karena esensi menusia itu tidak ada yang ingin berzina oleh karena itu banyak yang setelah melakukan perzinahan pasti akan sangat menyesal.

7. Kita harus menepati janji sekalipun itu kepada binatang atau tumbuhan.

8. Kita bisa saja membalas kebaikan teman atau saudara tetapi kita tidak bisa membalas budi kepada kedua orang tua dan Allah. Al kisah seorang mengendong ibunya pergi tawaf dan setelah menggondong ibunya tawaf dia menghadap rasulullah dan bertanya “ya rasulullah apakah saya sudah berbalas budi kepada orang tua saya?” dengan simpel rasulullah menjawab “sekali helaian nafas ibumupun tak sebanding dengannya”.

sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 25 Ramadhan


Episode kali ini membahas surah Al An’anm ayat 146-150. Secara umum ayat-ayat ini berbicara tentang dua hal yaitu pengharaman oleh Allah terhdap orang yahudi dan kekeliruan logika orang-orang musyrik:

1. Allah mengharamkan bagi orang-orang Yahudi segala binatang yang memiliki kuku dan lemak yang melekat pada tulang. Pelarangan oleh Allah kepada mereka dikarenakan perbuatan dosa yang mereka perbuat. Sesungguhnya Allah menurunkan cobaan atau siksa kepada mereka sebagai media edukasi bagi mereka agar mengambil hikmah dari cobaan yang mereka lalui. Jadi jelas cobaan itu mempunya unsur edukasi untuk kita semua dan hanya orang-orang yang mau berfikir yang bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang mereka lalui yang baik maupun yang buruk.

2. Allah memberikan pelarangan bagi umat-umat terdahulu melalui wahyu seperti umat nabi Musa melalui wahyu-wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Musa dan begitupun dengan nabi-nabi lainnya hingga Rasulullah. Dalam kondisi sekarang dimana wahyu sdh tidak turun lagi masih tetap terjadi kemungkinan pelarangan bagi kita seperti pelarangan memakan makanan jenis tertentu dari dokter dengan alasan kesehatan dll.

3. Sesungguhnya banyak diantara logika-logika kaum musyrik itu mengada-ngada. Contohnya mereka mengatakan bahwa “seandainya orang tua kami bukan penyembah berhala, seandainya kami adalah orang yang bersyukur…” mereka menggunakan firman Allah bahwa segala sesuatunya terjadi atas ijin Allah dan mereka menganggap mereka menjadi kafir karena Allah yang mengijinkan mereka untuk menjadi kafir. Tentu sebuah logika yang salah. Allah memang memberikan ijin kepada semua hambanya untuk melakukan hal-hal yang menurut hambanya baik sekalipun itu hal buruk karena Allah telah memberikan mereka akal-pikiran-hati untuk bisa mengambil keputusan sendiri terhadap pilihan-pilihan dalam hidupnya. Jadi logiknya Allah member ijin kepada hambanya untuk bebas berkehendak apapun itu tapi Allah tidak pernah merestui mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama Islam.

4. Boleh jadi akal kita terbatas untuk memahami suatu hal tapi hati itu selalu lebih luas pemahamannya dari pada akal kita. Penolakan iblis untuk sujud kepada Adam dikarenakan logika mereka yang salah bahwa mereka lebih tinggi derajatnya dari pada Adam karena mereka terbuat dari api sedangkan Adam dari tanah. Padahal sesungguhnya iblis tidak memahami esensi dari perintah itu sendiri.

5. Allah menghendaki seseorang untuk beragama, agama apapun itu asalkan sesuai dengan kehendak akal dan hatinya. Terhadap segala keputusan yang seseorang ambil maka itu menjadi tanggungjawab dia secara pribadi.

6. Allah menuntuk kita untuk selalu mencari hikmah, amal dan ilmu yang tersebar luas dimuka bumi ini dimanapun dan dari siapapun itu. Tuntutlah ilmu sampai kenegeri Cina. Pengibaratan Allah tentang hikmah “petiklah hikmah sekalipun itu berasal dari mulut orang yang gila”. Jadi untuk belajar dan mencari hikmah tidak terbatas hanya kepada sesame muslim tetapi kepada seluruh umat manusia. Dan itulah yang sampai saat ini kita lakukan sekarang dengan mengikuti perkembangan sains dan teknologi tanpa memandang siapa yang menemukan dan mengembangkan sains dan teknologi tersebut berasarkan suku maupun agama.

sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S

Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 24 Ramadhan


berikut adalah summari program tafsir Al Misbah episode 24 Ramadhan:

1. Ayat 141 bercerita tentanf peringatan Allah kepada orang kafir. Allah menegaskan bahwa Dialah Allah yang menciptakan tumbuh-tumbuhan tanpa ada contoh sebelumnya, Dialah maha pencipta segala sesuatu.

2. Ayat ini juga merupakan perintah untuk berzakat bagi umat Islam. Sebagian besar ulama meyakini ayat ini merupakan perintah untuk mengeluarkan zakat apabila tanaman-tanaman yang kita tanam telah memenuhi syarat untuk dikelurarkan zakatnya.

3. Zakat itu memiliki fungsi sosial yaitu untuk menjalin hubungan atau mengeratkan hubungan kepada sesama man khususnya bagi mereka yang kurang beruntung.

4. Allah memberi rezeki yang halal kepada semua hambanya tapi setan selalu menggoda manusia untuk mencampuradukkan antara yang halal dan yang haram dengan.

5. Semua jenis profesi diwajibkan zakat atas hasilnya. Atau dengan kata lain profesi apapun yang kita miliki maka inslam menganjurkan kita untuk mengeluarkan zakat dari penghasilan yang kita peroleh dari profesi kita.

sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 23 Ramadhan


Berikut adalah poin-poin penting program tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm episode 23 Ramadhan:

1. Sesungguhnya di dunia ini selain kontestasi antara kebaikan vs keburukan, ternyata juga terjadi kontestasi keburukan vs keburukan. Hal ini diperlihatkan oleh orang-orang zalim karena kerakusan mereka, mereka saling membohongi satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan. Mereka telah dilengahkan oleh kehidupan dunia yang tidak nyata.

2. Tingkatan tahu itu ada dua yaitu

• Tidak tahu karena belum ada petunjuk. Orang-orang ini contohnya mereka yang hidup pada zaman “patrah” atau zaman transisi antara nabi Isa dan nabi Muhammad. Contoh sederhana kita tidak bisa memaksakan seorang anak SD untuk mendefenisikan tentang neoliberalisme karena mereka belum mendapatkan pelajaran tersebut di sekolah maupun di rumah.

• Tidak tahu karena tidak mau tahu. Mereka yang telah diberi petunjuk Al Qur’an tapi tidak mau mempelajari Al Qur’an. Contoh sederhana, seorang mahasiswa yang tidak lulus berkali-kali pada sebuah mata kuliah karena ketidakmauan mereka untuk belajar padahal dia sudah dilengkapi denga buku penunjang dan internet dimana mereka bisa mendapatkan pengetahuan tentang mata kuliah tersebut. Atau dengan cara yang singkat mahasiswa tersebut bisa bertanya kepada dosen atau mereka yang mengetahui mata kuliah tersebut dengan baik.

3. Tuhan tidak menjatuhkan siksa kepada suatu penduduk negeri jikalau mereka memperbuat suatu perbuatan keji karena ketidaktahuan mereka yang termasuk kategori tidak tahu yang pertama diatas.

4. Alasan Allah mengirim nabi dan rasul adalah untuk memberikan bimbingan serta pengetahuan tentang apa yang sebaiknya dan terlarang untuk umat manusia lakukan.

5. Periode dalam kehidupan manusia itu senangtiasa mengalami perubahan. Sebagaiman dahulu ada orde baru kemudian berganti menjadi reformasi dst. Sebagaimana ada susah pasti juga aka ada senang.
6. Sesungguhnya kesenangan juga itu ada batasnya.

7. Segala entitas di dunia ini hanya merupakan 1% dari keseluruhan entitas yang ada di akhirat nanti. Sebagaimana panasnya api didunia itu sesungguhnya hanya 1% dan 99% lainnya itu Allah simpan di neraka buat mereka yang zalim. Begitupun juga dengan kebahagiaan di dunia Allah cuman memberikan kita 1% dan Allah simpan 99% lainnya untuk mereka yang beriman kelak di surge nanti.

Sekian..wassalam..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Program Tafsir Al Misbah Mengenal Surah Al An’Anm Episode 22 Ramadhan


Hi, guys, pha kbr? Moga puasa kalian lancar-lancar saja. Mmm episode 23 ka ini menyinggung soal kondisi masyarakat jahiliyah. Berikut adalah beberapa point penting yang menarik untuk kita diskusikan bersama:

1. Dalam surah Al An’Anm Allah SWT juga mengingatkan kepada seluruh manusia akan kepastian ancamannya dan tidak ada seorangpun yang dapat menghindar darinya serta akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang mereka buat selama di dunia ini. Orang musyrik tetap menolak ancaman tersebut dan merasa dirinya paling benar. Orang musyrik mengkalaim apa yang dilakukannya itu benar.

2. Sesungguhnya zalim itu tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Tidak membayar utang berarti tidak melakukan sesuatu tindakan hutang piutang secara tepat dan akan menempatkan salah satu pihak sebagai pihak yang dirugikan.

3. Sesungguhnya banyak dari orang kafir juga mengakui Allah cuman dalam sebatas perkataan saja bukan atas kehendak hati nurani mereka. Mereka juga tidak konsisten dalam hal tersebut. Contohnya: ketika musim panen tiba mereka membagi hasil panen mereka kepada anak yatim yang mereka maksudkan akan rasa syukur kepada Allah dan juga tidak lupa mereka membagikan kepada penjaga berhala-berhala yang mereka pertuhankan. Pada saat musim paceklik tiba dimana hasil panen agak menurun, mereka menghilangkan pembagian hasil panen kepada kaum miskin atau anak yatim piatu tetapi tetap memberikan pembagian kepada penjaga berhala-berhala mereka.

4. Pada zaman Jahiliyah , penanaman hidup-hidup terhadap bayi perempuan dilakukan oleh sebagian orang kafir arab dengan alasan takut diperkosa, takut hidup melarat karena perempuan di waktu itu dianggap rendah posisinya karena tidak bisa mencari uang.

5. Lebih parahnya lagi, ada sekelompok binatang tertentu yang mereka larang untuk kaum perempuan. Ada juga binatang-binatang tertentu yang ditetapkan tidak bisa dipakai pergi haji. Bahkan mereka menetapkan binatang-binatang khusus untuk dimakan oleh penjaga-penjaga berhala mereka. Sungguh mereka telah menghinakan sesama manusia pada waktu itu dan mereka mengada-ada sesuatu dengan mengatasnamakan tuhan.

Sekian..wassalam.

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Tafsir Al Misbah Episode 21 Ramadhan


well, mohon maaf gak ada summari tuk episode ke 20 soalnya gak sempat nonton acaranya di metro tv..hhehehe..Tapi alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk membuat summari di episode 21 ini. Nah, berikut adalah beberapa rangkuman yang bisa kita diskusikan bersama:

1. Dalam islam dikenal Ilmu dan penerapannya. Seseorang yang tahu banyak ilmu tapi kurang dalam aplikasinya bukannya seorang muslim sejati. Seorang muslim sejati harus mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan agar bisa menjadi contoh bagi orang lain.

2. Allah banyak memberikan cobaan kepada kita dengan menetapkan beberapa dari pemimpin kita ini dari golongan yang lalim dengan maksud orang mereka mau mengambil hikmah dari jabatan mereka tapi banyak dari mereka yang membutakan diri. Sesungguhnya jabatan tersebut Allah sudah desain agar mau kembali ke jalan Nya dengan memperlakukan rakyat dengan sebaik-baiknya.

3. Tuhan memberikan karunia seseorang dengan kelapangan dada. Hal ini berarti Allah memberikan keimanan/keihklasan bagi umatnya untuk melaksanakan amalan-amalan suci dengan hati yang lapang tanpa perasaan tidak ihklas sedikitpun. Banyak dari kita yang “dadanya sempit” sehingga merasa tidak betah melakukan kebaikan dan perintah-perintah Allah.

3. Darussalam berarti kedamaiaan. Salam berarti damai. Penggambaran Allah terhadap negeri Nya seperti Ka’abah (Mekkah) sebagai negeri yang penuh kedamaian. Ini bisa terlihat dari suasanan sekitar ka’bah yang begitu damai.

4. Orang musyrik itu menganggap perbuatan buruk itu baik, sesungguhnya mereka telah tertipu oleh dirinya sendiri. Contohnya: candu rokok sudah umum diketahui bahwa tidak baik untuk kesehatan tapi dengan akal-akalan mereka dengan mengasosiasikannya dengan simbol gentlemen maka sesungguhnya mereka telah membodoh-bodohi diri mereka sendiri.

5. Topik pembicaraan dalam setiap surah Al Qur’an itu sangat beragam. Bisa dari satu topik ke topik lainnya yang secara sekilas tidak ada sangkut pautnya dengan topik mendahuluinya tapi sesungguhnya jika kita analisa secara mendalam tak ada satu ayat dalam Al Qur’an pun yang tidak saling berkaitan. Disinilah letak ke istimewaan dan bukti bahwa Al Qur’an itu bukan buatan manusia.

6. Allah selalu menggunakan kata ganti “kami” jika berbicara melibatkan pihak-pihak lain yang ikut mendukung tercapainya suatu hal tersebut. Contohnya: kami menjadikan mereka pemimpin, tentunya kata kami tersebut merujuk kepada Allah dan sistem-sistem pemerintahan yang mendukung seseorang menjadi seorang pemimpin contohnya seperti sistem pemilihan langsung yang tentunya dilaksanakan oleh banyak pihak. Intinya ada keterlibatan Allah dan suatu sistem pemilihan yang mendukung tercapainya proses pemilihan pemimpin tersebut.

7. Dakwah membawa ajran damai. Dakwah berarti mengajak tanpa unsur paksaan. Prinsip dakwah itu lemah lebut maka apabila ada dakwah yang tidak lemah lembut atau mengandung paksaan maka dakwah itu melanggar esensinya sendiri.

Sekian..wassalam…

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.

Summari Tafsir Al Misbah Episode 20 Ramadhan


gak terasa kita sudah kita di episode 19 ramadhan, semoga puasa kita diterima di sini Allah SWT..amin..ok untuk episode kali ada beberapa hal penting yang bisa kita share dari pembahasan program tafsri Al Misbah:

1. Konsistensi itu milik siapa saja, tak terkecuali orang kafir yang selalu konsisten untuk berpaling dari ajaran Allah SWT. Allah mengibaratkan dalam Al Qur’an bahwa walaupun dikumpul semua tanda-tanda kebesaran Allah dan sekalipun dikumpul semua orang-orang yang telah mati untuk bersaksi atas ke besaran Allah maka mereka akan tetap konsisten untuk tidak percaya bahkan cenderung menjauh. Itu dikarenakan karena mata hati mereka yang telah “buta”.

2. Sebagaimana Pieer Bourdeu seorang filsuf prancis mengatakan bahwa bahasa adalah di dunia ini adalah panggung kontestasi antara yang kuat dan yang lemah, begitupun juga dalam Al Qur’an digambarkan bahwa hidup ini adalah kontestasi antara kebaikan dan keburukan. Bedanya dalam teori Bourdeau yang kuat yang akan memenangkan kontestasi sedangkan Al Qur’an tidak melihat kekuatan sebagai penentu kemenangan melainkan hakikat kemenangan itu sendiri adalah kebenaran, baik tanpa kuasa atau kekuatan yang sesungguhnya adalah fana.

3. Dalam menggoda manusia untuk melakukan kejahatan setan selalu menggunakan kata-kata manis untuk membumbui pikiran manusia agar terlena dengan ajakannya yang sesat. Inilah yang membuat saat ini banyak diantara manusia yang bangga akan sesuatu perbuatan buruk yang dilakukannya.

4. Dalam Islam dikenal suara terbanyak sebagaimana dalam demokrasi. Cuma yang membedakannya adalah Islam tidak mengenal suara terbanyak yang dilakukan oleh pemimpin yang tidak capable untuk mengambil keputusan. Jadi untuk menerima keputusan dengan suara terbanyak harus memperhatikan aspek siapa yang mengambil keputusan itu kalau mereka capable dibidang tersebut maka itu akan menjadi labih baik. Pengibaratannya, dalam sebuah rumah tangga yang beranggotakan 7 orang, ayah dan ibu dan 5 anaknya. suatu hari mereka memutuskan untuk pergi berkemah pada musim hujan, maka keputusan terbanyak yang diambil pada waktu itu adalah 5 suara dari anak-anak mereka yang setuju untuk pergi berkemah sedangkan kedua orang tua mereka tidak setuju. Suara terbanyak di sini tidak patut untuk kita ambil dikarenakan ke 5 anak tersebut mengambil keputusan untuk pergi camping pada musim hujan dikarenakan ketidaktahuan mereka akan kondisi pegunungan pada saat musim hujan yang tentunya sangat berbahaya untuk keselamatan mereka. Sebaliknya keputusan kedua orang tua tersebut adalah tepat dan wajib untuk diikuti karena mereka mengambil keputusan berdasarkan pengalaman mereka tentang kondisi pegunungan pada saat musim hujan. Jadi poin penting di sini adalah tidak selamanya keputusan dengan suara terbanyak itu baik tergantung siapa yang mengambil keputusan tersebut apakah mereka capable or not.

Sekian tuk summari kali ini..see you tomorow..wassalam..

Salam Hangat,

Haeril Halim. Hasanuddin University Alum. ‘10 Grantee IELSP batch VI priode juni-agustus 2009 Ohio University, Athens, Ohio, U.S.