Language and Politics in Indonesia ” A Study of SBY’s Political Speeches on Corruption, An Undergraduate Thesis by Haeril Halim


(DOWNLOAD THIS THESIS HERE)

ABSTRAK (Bahasa Indonesia)

Haeril Halim. Language and Politics in Indonesia; A Study of SBY’s[1] Political Speeches. Studi ini bertujuan untuk mengungkap konstruksi “power”, aspek-aspek kontroversial dan referensi intertekstual dalam dua pidato SBY; pidato yang merespon kasus Bibit-Chandra dan kasus Bank Century pada 23 November 2009, dan pidato menyambut hari Anti Korupsi sedunia pada 9 Desember 2009.

Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua level analisis yaitu analis level semantik dan level pragmatik yang lebih mendalam dengan menekankan pentingnya studi tentang konteks ujaran. Selain semantik dan pragmatik, penelitian ini juga menggunakan yaitu teori-teori sosial seperti antropologi and sosiologi. Dan juga pendekatan semiotik.

Analisis ini menunjukkan bahwa kedua pidato SBY tentang korupsi berstruktur sama dengan pidato pada umumnya seperti Pembukaan, Isi dan Penutup. Tetapi fakta yang menarik adalah kedua pidato tersebut memiliki jumlah “body” (isi) yang sama yaitu masing-masing berjumlah enam. Ditemukan juga bahwa dalam pidato ini SBY selalu menjelaskan alasan mengapa ia melakukan pidato, dan selalu menyebutkan prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh pemerintah dalam berbagai bidang serta harapan-harapan pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Dengan melihat modalitas yang SBY gunakan untuk menghubungkan dua hal yaitu isu tentang krisis dan baill out, dapat disimpulkan bahwa penggunan modalitas tersebut sangat politis. Terkait dengan salah satu konstruksi power yaitu penggunaan shifter, hal tersebut dimaksudkan oleh SBY untuk meminimalkan gap antara dirinya dan kata-katanya. Sedangkan mengenai kontroversi pidato Bibit-Chandra, analisis ini menemukan fakta internal dan eksternal bahasa yang membuat pidato tersebut Kontroversial yaitu penggunaan adjektif dan modalitas yang tidak konsisten (internal), waktu penyelenggaraan pidato. ekspektasi masyarakat dan latar belakang pendengar yang beraneka ragam, dan politik “rupture” (eksternal). Pada akhirnya dengan melihat metafora-metafora yang digunakan untuk merujuk pada korupsi, ditemukan bahwa pidato SBY tentang korupsi ini lebih kepada kontekstualisasi dari pada entekstualisasi. Serta membuat referensi intertextual dalam pidato dimaksudkan oleh SBY untuk memaksimalkan gap antara dirinya dan kata-katanya.

ABSTRACT (English)

Haeril Halim. Language and Politics in Indonesia; A Study of SBY’s[2] Political Speeches. This study aims at revealing out power construction, controversial aspects and intertextual references in two of SBY’s political speeches: his speech on Bibit-Chandra and century cases, and the one on welcoming the Anti Corruption day.

The data analyzing method of this study is descriptive qualitative analytic. This study used two level of analysis. They are analysis on semantic and pragmatic which gives more emphasis on the context use of utterances. Beside semantic and pragmatic analysis, this study also used some social theories like anthropology and sociology. Also, semiotic approach involves in this study.

This analysis shows that both SBY’s speech on corruption occupied the same structures as general speeches have like Opening, Body and Closing. But, the interesting point is both speeches have six bodies. Also, he always mentioned all Indonesian achievements acquired by the government in some fields and future hopes of the government in eradicating corruption. By looking at the modalities used by SBY to connect the issues of crisis and bail out, I claimed that the use of modalities were political. Shifter is one of power constructions used by SBY in this speech to minimize the gap between himself and his words. Another power construction which is specially analyzed in this study is intertextuality. By making intertextual references in his speeches SBY tried to maximize the gap between himself and his words. With regard to the controversy of his speech on Bibit-Chandra, this study found some internal and external language factors that made it controversial. They are inconsistency of using adjectives and modalities (internal factor), the corresponding time of the speech held, people expectations and plural audience, and political rupture (external factors). At last, from the metaphors or tropes used in his speeches I claimed that SBY’s speech on corruption is typically contextualization rather than entextualization. And also in making inter-textual references in his speech is meant by SBY to maximize the gap between himself and his words.


[1] Susilo Bambang Yudhoyono yang lebih popular dengan sebutan SBY adalah Presiden Republik Indonesia  pada saat skripsi ini dibuat (2010). Ia terpilih sebagai Presiden republik Indonesia untuk kedua kalinya setelah memenangkan pemilu 2009 dengan raihan suara yang fantastis, lebih dari 50 persen.

[2] Susilo Bambang Yudhoyono so called SBY is the current President of Indonesia by the time of this thesis completed (2010). He had been elected as the second time to be the president after winning the 2009 election with fantastic result; more than 50% votes.

***  PLAGIARISM IS AN ACT OF SIN IN ACADEMIC LIFE, THE INTENTION OF THIS POST IS TO PROVIDE A SAMPLE OF STUDY IN SBY’s POLITICAL SPEECH TO ENCOURAGE FURTHER STUDIES ON IT. THIS THESIS IN NOT FOR SALE!!!!

WANNA DOWNLOAD IT TO MAKE IT A REFERENCE OF YOUR OWN IN LANGUAGE STUDY JUST CLICK ON THIS

THIS POST WELCOMES TO ANY CRITICISM AND SUGGESTIONS..THANKS

2 thoughts on “Language and Politics in Indonesia ” A Study of SBY’s Political Speeches on Corruption, An Undergraduate Thesis by Haeril Halim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s